HOME
Home » Cuit News » Pemerintah Aceh Hanya Serius Mengurusi Bendera Aceh dan Simbol Daerah

Pemerintah Aceh Hanya Serius Mengurusi Bendera Aceh dan Simbol Daerah

Posted at August 15th, 2013 | Categorised in Cuit News

Pemerintah Aceh Hanya Serius Mengurusi Bendera Aceh dan Simbol Daerah
Beberapa waktu lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta Pemerintah Aceh untuk tidak terus-menerus mengurusi persoalan bendera Aceh dan Simbol daerah, sebab menurutnya kesejahteraan rakyat Aceh jauh lebih penting daripada persoalan tersebut. Mendagri juga menyebutkan bahwa akibat Pemerintah Aceh terlalu sibuk mengurusi bendera tersebut, program-program kesejahteraan rakyat Aceh yang seharusnya menjadi prioritas justru tertunda.

Tentu saja pernyataan ini menuai reaksi keras dari para pendukung bendera GAM, khususnya yang berasal dari Partai Aceh (PA). Di antaranya adalah anggota DPRA komisi A, Abdullah Saleh SH. Ia menyatakan bahwa pernyataan Mendagri tersebut sebagai pernyataan yang ngawur dan tidak berimbang karena mempersoalkan bendera dan kesejahteraan Aceh yang tidak ada hubungannya.

Sementara itu, reaksi masyarakat umum menilai bahwa pembahasan bendera Aceh yang berlarut-larut hanya menghabiskan anggaran Aceh saja seperti yang dinyatakan oleh Thamren Ananda, juru bicara Partai Nasional Aceh (PNA) pada kesempatan diskusi persoalan bendera Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh Mei lalu. Reaksi yang sama juga disampaikan oleh Ketua BEM Fakultas Hukum Unsyiah, Noval. Ia menambahkan bahwa seharusnya pemerintahan Aceh di bawah pasangan Zaini-Muzakkir ini harus lebih fokus pada upaya revitalisasi ekonomi Aceh karena kesejahteraan rakyat Aceh merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam upaya penguatan perdamaian di Aceh.

Sebagaimana diketahui bersama, tingkat kemiskinan di Aceh memang luar biasa tinggi. Angka kemiskinan di Aceh mencapai 19,46% dalam skala nasional dan merupakan peringkat ke-29 dari 33 provinsi di Tanah Air dan “menyumbang” setidaknya 11% jumlah penduduk miskin secara nasional. Belum lagi persoalan birokrasi yang berbelit akibat inkapabilitas SKPA-SKPA yang dipilih oleh Gubernur Aceh yang rata-rata adalah para mantan kombatan yang tidak sepenuhnya paham persoalan yang ada, dinilai ikut andil bagi terhambatnya proses rekonstruksi dan restrukturisasi di Aceh pasca berbagai konflik dan bencana.

Memang apabila dilihat secara jernih, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini-Muzakkir belum tampak realisasi program-program yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat. Rencana revitalisasi pelabuhan-pelabuhan Krueng Geukuh dan Langsa sebagai pelabuhan internasional pun hanya sebatas wacana. Pembangunan fasilitas transportasi publik pun terhambat dan cenderung ditinggalkan di berbagai daerah akibat para kontraktor-kontraktor nakal yang mau hanya menerima anggaran besar namun enggan menuntaskan pekerjaannya, dan tentu persoalan pendidikan Aceh yang “sukses” menduduki peringkat pertama terendah dalam skala nasional. Padahal apabila dilihat dari anggaran Aceh yang mencapai hingga angka 12 trilyun rupiah, mustahil jika pemerintah Aceh tidak dapat berbuat apa-apa dalam mengatasi persoalan-persoalan di atas.

Dari persoalan-persoalan yang pelik di Aceh sebagaimana dibahas di atas, alih-alih memperbaiki kesejahteraan rakyatnya, Pemerintah Aceh justru fokus pada persoalan identitas kelompok. Saya bicara bukan identitas keacehan, namun identitas kelompok. Alasan saya menyatakan hal itu merupakan identitas kelompok sebab gambar, motif dan warna dari bendera maupun simbol yang diusung oleh pemerintah Aceh adalah lambang dan simbol-simbol yang sama diusung oleh GAM pada masa konflik. Jelas, hal itu mengusik keacehan saya dan keacehan sahabat-sahabat saya lainnya yang lebih memilih kesejahteraan dibandingkan dengan identitas kelompok yang cenderung dipaksakan untuk diterima oleh seluruh rakyat Aceh. Buat apa? apakah identitas kelompok tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan di Aceh? atau apakah dengan mengusung identitas kelompok itu dapat menjadikan sekolah dan pendidikan gratis di seluruh Aceh? atau apakah keidentitasan kelompok itu jauh lebih penting daripada kesejahteraan rakyat Aceh?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hendaknya menjadi bahan evaluasi dari para elit di negeri syariah ini untuk mulai bercermin dan kembali kepada fitrahnya sebagai pengemban amanah rakyat Aceh. Pemerintahan ini hendaknya tidak hanya mengurusi bendera dan lambang kelompoknya saja, dan tak perlu juga memaksakan kehendaknya kepada rakyat Aceh untuk menerimanya, apalagi mengatasnamakan rakyat Aceh. Saya ingat pernyataan Abdullah Saleh yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, bahwa Gubernur harus istiqomah terhadap bendera Aceh. Buat saya, istiqomah dalam menjalankan amanah rakyat jauh lebih penting daripada menjalankan amanah kelompok tertentu yang belum tentu baik bagi rakyat Aceh.

Rafli Hasan

Sumber

kw:

    ######################################, foto lucu aceh, gambar aceh lucu, Gambar lucu aceh, Gambar lucu dari bendera gam, gambar2 lucu pemerintahan aceh, portal aceh com, www foto lucu aceh com

Apa pendapat Sobat tentang artikel ini?

Komentar

No comment for Pemerintah Aceh Hanya Serius Mengurusi Bendera Aceh dan Simbol Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Pemerintah Aceh Hanya Serius Mengurusi Bendera Aceh dan Simbol Daerah

More Related Post

Ternyata Jessica Sakit Jiwa, Baca Hasil Test Kejiwaan Disini

​Ternyata Jessica Sakit Jiwa, Baca Hasil Test Kejiwaan Disini

Posted at 13 August 2016

Terima kasih telah berkunjung di CuitNews, kenapa Sobat klik link ini tadi, apakah karena penasaran dengan Jessica “Sianida” Wongso? Udah ngaku aja 🙂 Tulisan... Read More

ciuman nafsu

Bagaimana Ciuman Nafsu

Posted at 1 May 2016

Ciuman adalah suatu hal yang sangat menyenangkan dan menyehatkan, lalu bagaimana ciuman nafsu? Banyak ilmuwan yang sedang mencoba menjawab sebuah pertanyaan mengapa sebagian besar... Read More

About Us

Cuitnews.com menyajikan informasi edukatif, unik, dan media portal yang fokus pada berita Nasional, Internasional, Teknologi, Entertainment, Ekonomi, dan lainnya.

Contact us: a[at]cuitnews.com

Social Media

twitterfacebookgplusyoutubeinstagram
bpjs kesehatan blog
find car insurance quotes