Berita Warga

Diversifikasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Provinsi Papua

Diversifikasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Provinsi Papua
Written by Bang Cuit

CuitNews – Jayapura
Kearifan lokal sebagai bentuk tradisi masyarakat tradisional kini mulai terpinggirkan karena pengaruh modernitas yang cenderung menganggap hal-hal yang tradisional selalu statis. Kita tahu sendiri kearifan lokal yang tercipta dari kehidupan keseharian masyarakat yang telah berlangsung dari generasi kegenerasi ternyata bersifat dinamis dan selalu bisa berjalan beriringan dengan perkembangan kemajuan manusia itu sendiri asalkan kita tetap berpegang teguh pada norma, adat dan tradisi yang ada sebagai bentuk perwujudan dari kearifan lokal yang senantiasa menjaga manusia untuk dapat terus hidup selaras, serasi dan seimbang dengan alam sekitarnya.

Kearifan lokal dalam bidang pertanian merupakan suatu pengetahuan yang utuh berkembang dalam budaya atau kelompok etnik tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara subsistem sesuai kondisi lingkungan yang ada. Dalam mewujudkan ketahanaan pangan nasional melalui peningkatan produksi komoditas pangan bukan berarti harus mengabaikan norma-norma sosial budaya, mengabaikan daya dukung dan kelestarian alam, serta memarginalisasi eksistensi masyarakat lokal. Ketahanan pangan nasional akan menjadi terlalu mahal ongkosnya bila harus mengabaikan ketahanan sosial budaya masyarakat pedesaan dan menimbulkan kerusakan alam.

Hampir punahnya kearifan lokal pangan tidak terlepas dari peran pemerintah selama ini. Penyeragaman pangan telah menjadi program yang diterapkan diseluruh wilayah Indonesia. Hal ini berdampak pada perubahan pola konsumsi masyarakat, akibatnya keterbiasaan mengonsumsi aneka pangan seperti singkong, jagung, sagu, ubi jalar, dan talas, hilang yang kemudian digantikan oleh beras sebagai bahan pangan utama.

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mempunyai visi dan misi ke depan bahwa ketahanan pangan berbasis kearifan lokal perlu menjadi program utama pembangunan pertanian di Provinsi Papua dengan mengedepankan pada diversifikasi pangan. Konsep diversifikasi pangan bukan merupakan hal yang baru, namun perlu kembali dibudayakan untuk mengantisipasi gejolak harga dan ketergantungan masyarakat Papua pada pangan beras. Diversifikasi pangan tidak dimaksudkan untuk mengganti beras secara total tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat Papua sehingga masyarakat akan mengkonsumsi lebih banyak jenis pangan yang bergizi dan berimbang.

Salah satu upaya nyata untuk meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan (diversifikasi pangan) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Papua adalah dengan mengembalikan pola penganekaragaman konsumsi pangan yang telah mengakar di masyarakat sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal sebagai sumber karbohidrat masyarakat yang biasa dikonsumsi adalah sagu, jagung, ubi kayu, ubi jalar, talas, gembili, dan jawawut. Sedangkan sebagai sumber protein, masyarakat juga telah terbiasa mengonsumsi aneka jenis ikan, seperti belut, siput, kerang dan unggas yang berasal dari hasil budidaya maupun hasil tangkapan di alam. Adapun untuk sumber mineral dan vitamin, didapat dari buah-buahan dan sayuran yang tersedia di pinggiran hutan, kebun, saluran irigasi maupun di pekarangan rumah.

Baca  Resep Masakan: Ayam Bakar Rica Rica

Untuk mempercepat gerakan penganekaragaman konsumsi pangan lokal sebagai pangan pokok serta mengurangi ketergantungan pada beras maka ke depan penulis berharap akan adanya langkah-langkah kongkret yang dapat dilakukan oleh pemerintah Papua, antara lain : 1) dukungan sarana dan prasana, 2) dukungan inovasi dan teknologi, 3) dukungan jaringan pemasaran, 4) dukungan industri pengolahan, dan 5) adanya pemberdayaan dan dukungan modal bagi masyarakat (petani).

Dengan demikian, masih ada harapan untuk mengembalikan pangan lokal sebagai pangan pokok bagi masyarakat Papua, sehingga ketergantungan pada bantuan pangan beras dapat dikurangi. Selain itu, meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan lokal akan mendorong terciptanya usaha tani berbasis pangan lokal.

Oleh : Yophi Willem Wejasu, SP., M.Sc

kw:

    pangan lokal di papua, cewe suka sange kenapa?caranya, esay tentang diversifikasi pangan indonesia berbasis kearifan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras, kearifan lokal pertanian di papua, kearifan lokal dengan ketahanan, kearifan lokal bidang pertanian tanaman sagu papua, kearifan dalam masyarakat dalam rangka menjaga ketahanan pangan, hal pangan papua, diversifikasu kearifan lokal pertanian karanganyar, solusi mencegah ketahanan pangan lokal papua

About the author

Bang Cuit

Penulis sehari-hari berprofesi sebagai businessman di dunia cyber dan blogger aktif yang suka corat-coret di beberapa blog miliknya, Baginya yang penting Happy dan bisa berbagi informasi.