HOME
Home » Berita Warga » El Nino Perparah Kekeringan Indonesia

El Nino Perparah Kekeringan Indonesia

Posted at August 9th, 2015 | Categorised in Berita Warga

Adanya fenomena El Nino yang bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia, membuat sebagian besar wilayah mengalami kekeringan. Beberapa daerah di sebelah Selatan khatulistiwa sudah mulai merasakan dampak gelombang panas ini sejak Juni 2015. Musim kemarau yang panjang dan minimnya hujan diduga merupakan dampak dari fenomena El Nino yang mencapai level moderat. Kekeringan berkepanjangan sudah terjadi di Pulau Jawa, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, Banten, dan Sumatera Selatan.
Ketiadaan hujan dalam dua bulan terakhir di 18 provinsi disebabkan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik sekitar ekuator (Equatorial Pacific), khususnya di bagian tengah dan timur di sekitar pantai Peru. Akibatnya, suhu air di Samudera Pasifik lebih hangat dari perairan Indonesia sehingga terjadilah perubahan pada peredaran masa udara. Kondisi ini juga berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia sehingga daerah yang terletak di sekitar Samudera Pasifik akan mengalami cuaca minim hujan.

Fenomena El Nino jelas berpengaruh kuat terhadap iklim di Indonesia dan diprediksi menguat pada bulan Agustus-September 2015. Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan panjang dibandingkan tahun lalu. Berkurangnya curah hujan dan terjadinya kemarau panjang adalah dampak langsung yang sudah dirasakan masyarakat Indonesia. Di beberapa wilayah, hujan sudah tak turun selama lebih dari 60 hari. Bahkan Bogor yang dijuluki sebagai kota hujan pun hanya dapat merasakan guyuran hujan kurang lebih sekitar 15 menit pada Minggu, 26 Juli 2015 lalu.

Perubahan iklim ini juga bisa memicu masalah lain di Indonesia khususnya pada sektor pertanian seperti gagal panen dan melemahnya ketahanan pangan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gangguan iklim El Nino bakal menyerang Indonesia hingga November 2015. “Akibat adanya El Nino, diperkirakan awal musim hujan 2015 hingga 2016 di beberapa wilayah mengalami kemunduran. El Nino juga akan berdampak pa¬da mundurnya masa tanam padi sehingga panen diprediksi akan terganggu,” tutur Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus Subagyo Swarinoto, Rabu (29/7).

Ia menambahkan fenomena El Nino ini ha¬rus segera menjadi per¬ha¬tian pemerintah khu¬sus¬nya Ke¬menterian Perta¬nian (Ke¬mentan) karena kekeringan di tiap daerah di Indonesia tidak sama. Hal ini disebabkan letak geografis dan juga pola hujan yang berbeda. Dengan demikian efek dan dampaknya juga akan berbeda.
Kejadian El Nino pun bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan. Oleh karena itu, pihak BMKG juga terus melakukan pengamatan suhu permukaan laut untuk membuat prediksi indeks El Nino di Indonesia.
“Kami memanfaatkan data dari weather buoy, sejenis alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudera. Alat tersebut akan membantu kita untuk mendapatkan data suhu permukaan laut sehingga bisa melakukan pemantauan terhadap kemunculan fenomena El Nino,” katanya.

Di Samudera Pasifik, setidaknya saat ini terpasang lebih dari 50 buah buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) sejak tahun 1980-an. Pemantauan ini juga dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. Hasil-hasil analisis ini juga akan selalu diampilkan di website resmi BMKG, www.bmkg.go.id.

Menghadapi situasi tersebut, Presiden Joko Widodo, Jumat (31/7) sore, memimpin rapat kabinet terbatas untuk membicarakan kekeringan dan dampak El Nino bersama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, Moch Syakir. Presiden memerintahkan segenap jajarannya untuk mengambil langkah penyelamatan maksimal terhadap mereka yang terkena dampak kemarau berkepanjangan ini.

“Menteri Pertanian terus berkeliling ke seluruh wilayah untuk membagikan pompa air, terutama di tempat yang kering dan memerlukan air. Tahapan cepat itu. Dalam jangka panjang kami juga membangun waduk dan embung,” tutur Presiden kepada media di Asrama Pondok Haji, Jakarta.

Presiden menambahkan, pendistribusian ribuan pompa air ini juga bertujuan untuk membantu irigasi. Pompa-pompa air ini bisa dipakai untuk menyedot air dari sungai atau irigasi besar ke jalur-jalur irigasi kecil di persawahan. Seluruh infrastruktur dan 20.000 pompa air sudah disiapkan dan sudah mulai jalan di Jawa, Sumatera, Sulawesi. “Jadi, ada El Nino, kemarau panjang, tampungan air tetap ada,” katanya.
Beliau juga menyarankan supaya masyarakat bisa melakukan gerakan hemat air, terutama di daerah-daerah yang dampaknya paling kuat terkena dampak dari fenomena El Nino. Karena perubahan iklim gelombang panas ini bukanlah kejadian yang pertama kali. Peningkatan indeks El Nino yang memperlihatkan anomali peningkatan suhu muka laut di Pasifik pada tahun ini sama dengan kejadian tahun 1997.

Saat itu, pemerintah sampai mengeluarkan status bencana alam karena kondisi yang terlalu keringnya di Indonesia. Sekitar 230.000 hektar target tanam produksi padi terganggu dan banyak hutan yang terbakar yang membuat Indonesia menjadi perhatian dunia internasional dikarenakan asapnya menyebar ke negara-negara tetangga. Meski kebakaran itu tak dipengaruhi langsung fenomena El Nino, tetapi kondisi udara yang kering serta curah hujan yang minim membuat kobaran api sulit dikendalikan. Banyak juga sentra pertanian yang gagal panen karena distribusi curah hujan yang tidak memenuhi kebutuhan makanan.

Kekeringan yang melanda sejumlah daerah juga bisa disebabkan karena tidak ada antisipasi masyarakat pada saat musim penghujan. Mestinya pada saat itu dilakukan upaya penuh untuk memanen (menyimpan) air hujan atau menabung air hujan dan menyimpannya untuk menghadapi musim kemarau.
“Gerakan memanen air hujan belum dilakukan oleh masyarakat kita. Mereka memandang belum perlu melakukannya,” ungkap alumni Jurusan Agronomi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Alex Hermawan saat diwawancarai Senin (3/8).

Menurutnya, kebiasaan seperti ini akan sangat berbahaya, apalagi jika terjadi fenomena ekstrim seperti saat El Nino di tahun 1997 lalu. “Saatnya masyarakat harus sadar untuk melakukan gerakan memanen air hujan agar terhindar dari kekeringan,” kata Alex.

Ia juga menambahkan beberapa cara preventif dan kuratif yang bisa dilakukan dalam menghadapi musim kemarau di antaranya menampung air hujan dengan Penampungan Air Hujan (PAH), memasukkan air hujan ke sumur resapan dan ke sumur-sumur penduduk. Sedangkan langkah kuratif yang bisa dilakukan, seperti mencari sumber air yang masih tersisa. Dengan membuat PAH baik secara per orangan atau kelompok masyarakat diharapkan tidak mengalami kekurangan air saat musim kemarau panjang.

Semua cara untuk mencegah dampak kemarau panjang tentunya harus segera dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia agar tidak mengulang peristiwa kekeringan tahun 1997. Pihak BMKG pun harus memberikan update peta daerah rawan dampak El Nino agar pemerintah bisa menyusun kebijakan-kebijakan yang tepat dalam mengantisipasi fenomena ini.

kw:

    berita cuaca di indonesi dingin terus, Berita tak membicarakan kekeringan, dampak elnino 2015 terhadap ktahanan pgan indonesi, Fenomena el nino untuk cuaca di indonesia, kawan indonesia yang terkena el nino

Apa pendapat Sobat tentang artikel ini?

Komentar

No comment for El Nino Perparah Kekeringan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to El Nino Perparah Kekeringan Indonesia

More Related Post

Ngopi Bareng dengan Mantan Intel

Ngopi Bareng dengan Mantan Intel

Posted at 7 May 2016

Selasa siang, 29 September 2015, saya dapat kesempatan langka, diundang ramah tamah dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo. Selain... Read More

Bakti sosial Forum Bidan PTT kab Sleman

Bakti sosial Forum Bidan PTT kab Sleman

Posted at 20 April 2016

Sleman, Forum Bidan PTT kabupaten Sleman mengadakan bakti sosial di Pesantren Assalam yang beralamatkan di dusun Nglinggan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Pesantren yang didirikan... Read More

About Us

Cuitnews.com menyajikan informasi edukatif, unik, dan media portal yang fokus pada berita Nasional, Internasional, Teknologi, Entertainment, Ekonomi, Bursa Saham dan lainnya.

Contact us: a[at]cuitnews.com

Social Media

twitterfacebookgplusyoutubeinstagram
bpjs kesehatan blog
find car insurance quotes