12 Fakta Unik Peradaban Mesir Kuno

Hai Cuiter, gimana kabar kamu hari ini? Kali ini CuitNews akan sharing menarik dan unik tentang 12 Fakta unik peradaban Mesir Kuno yang CuitNews kumpulkan dari berbagai sumber terpecaya dan valid beserta referensi lengkapnya. Dalam artikel …

Fakta Unik Peradaban Mesir Kuno CuitNews

Hai Cuiter, gimana kabar kamu hari ini? Kali ini CuitNews akan sharing menarik dan unik tentang 12 Fakta unik peradaban Mesir Kuno yang CuitNews kumpulkan dari berbagai sumber terpecaya dan valid beserta referensi lengkapnya.

Dalam artikel ini Cuitnews akan membahas tentang Cleopatra, Perjanjian yang pernah dibuat oleh orang-orang Mesir Kuno, Permainan Rakyat yang sangat populer, tentang hak dan kebebasan Perempuan, Aksi buruh, Sekilas tentang Firaun (Raja-Raja Mesir), Pembangunan Pyramid, Raja Tut, Dokter spesialis, Hewan peliharaan, dan make up dijaman Mesir Kuno.

Mengapa Indonesia menyebutnya Mesir, bukan Egypt

Nama negara Mesir tertulis di simbol negaranya : Gumhūriyyat Miṣr al-ʿArabiyyah (“Arab Republic of Egypt”)

Seharusnya anda bertanya mengapa namanya adalah Egypt, karena nama resmi negara ini adalah Republik Arab Mesir (Arab: جمهوريّة مصر العربيّة, translit.

Jumhūriyyat Miṣr al-ʿArabiyyah‎, Arab Mesir: Gomhoreyyet Maṣr el-ʿArabeyya‎). Orang disana menyebut negaranya sebagai Misr bukan Egypt. Indonesia mengadopsi sebutan ini karena kita lebih dahulu terekspos dengan kata-kata dari semenanjung Arab lebih dahulu dibanding dengan bahasa Inggris.

Mengapa di negara-negara barat namanya menjadi Egypt.

Karena sebutan barat negara ini mengambil dari sebutan oleh bangsa Yunani kuno yaitu Aigyptos yang diadopsi menjadi kata latin Aegyptus yang berakhir menjadi Egypt di bahasa Inggris yang seperti kita ketahui selama ini.

Cleopatra bukan orang Mesir

cuitnews Universal History Archive/Getty Images
Universal History Archive/Getty Images

 

Cleopatra adalah salah satu tokoh terkenal yanng selalu dikaitkan dengan Mesir Kuno. Walaupun di lahir di Alexandria, Cleopatra sebenarnya adalah seorang Makedonia Yunani, keturunan dari Ptolemaios I, salah satu jendral kepercayaan Alexander Agung. Wangsa Ptolemaik memerintah Mesir dari 323 SM sampai 30 SM dan kebanyakan pemimpinnya masih berbudaya Yunani.

Cleopatra terkenal sebagai salah satu orang pertama dari wangsa Ptolemaik yang sanggup berbicara bahasa Mesir.

Perjanjian Damai tertua di dunia

Giovanni Dall’Orto/Wikimedia Commons
Giovanni Dall’Orto/Wikimedia Commons

 

Selama lebih dari 2 abad bangsa Mesir berperang melawan Kerajaan Het untuk memperebutkan daerah yang di zaman modern menjadi Suriah. Konflik ini menyebabkan pertempuran berdarah-darah seperti pertempuran Kadesh pada 1274 SM.

Hingga pada pemerintahan Ramses II tidak ada kubu yang menjadi pemenang konflik ini.

Karena orang Mesir dan Het sama-sama punya ancaman yang berasal dari bangsa lain, pada tahun 1259 SM Ramses II dan Raja Hattusili III dari Het menegosiasikan perjanjian damai yang terkenal.

Perjanjian Mesir-Het sekarang dianggap sebagai salah satu perjanjian damai yang masih dapat dilihat buktinya di atas pintu masuk ruang Dewan keamanan PBB di New York.

… Baca juga 10 Penemuan harga karun yang kontroversi

Orang Mesir kuno suka permainan papan

Fakta Unik Peradaban Mesir Kuno | Gianni Dagli Orti/Corbis
Gianni Dagli Orti/Corbis

 

Setelah bekerja seharian di tepi sungai Nil, orang Mesir sering bersantai dengan memainkan permainan-permainan papan (board games).

Beberapa permainan antara lain “Mehen”, dan “Dogs and Jackals”, namun mungkin yang paling terkenal adalah permainan judi bernama “Senet”.

Permainan tertua tercatat pada 3500 SM dan dimainkan di papan panjang yang bergambar 30 kotak-kotak. Setiap pemain punya satu set bidak-bidak yang digerakkan menurut lemparan dadu atau potongan kayu.

Para sejarawan masih berdebat tentang peraturan-peraturan permainan Senet, namun yang jelas permainan itu sangat terkenal. Ada lukisan-lukisan yang menggambarkan Ratu Nefertari bermain Senet, dan Firaun seperti Tutankhamen bahkan punya permainan papan yang dikubur bersamanya di kuburannya.

… Baca juga 7 peninggalan Misteri di dasar laut

Hak dan Kebebasan Perempuan Mesir

DEA/A. Dagli Orti/De Agostini/Getty Images
DEA/A. Dagli Orti/De Agostini/Getty Images

 

Walaupun dipandang inferior dibanding pria, perempuan-perempuan Mesir kuno punya banyak hak dan kebebasan finansial. Mereka dapat membeli dan menjual properti, menjadi hakim, membuat surat warisan, dan masuk dalam kontrak-kontrak legal.

Perempuan Mesir biasanya tidak bekerja di luar rumah, namun mereka yang melakukannya biasanya mendapatkan bayaran yang sama dengan pria.

Fakta unik peradaban Mesir Kuno Berbeda dengan perempuan di Yunani kuno yang dimiliki oleh suami mereka, perempuan Mesir punya hak bercerai dan menikah lagi.

Pasangan Mesir diketahui menegosiasikan perjanjian pranikah kuno. Kontrak ini mendaftarkan semua properti dan kekayaan yang dibawa pihak perempuan dan penjaminan bahwa dia akan menerima kompensasi jika terjadi perceraian.

Buruh Mesir menggalang aksi mogok kerja

Werner Forman/Universal Images Group/Getty Images - cuitnews
Werner Forman/Universal Images Group/Getty Images

 

Walaupun mereka menganggap Firaun sebagai dewa, buruh Mesir tidak takut melakukan protes untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Contoh paling terkenal terjadi pada abad 12 SM di bawah pemerintahan Ramses III. Ketika para buruh yang membangun Royal Necropolis di Deir el-Media tidak mendapatkan pembayaran gandum seperti biasanya, mereka menggalang salah satu aksi mogok tertua yang terekam sejarah.

Baca  10 Kota Terburuk di Dunia Untuk Mencari Kerja

Bentuk protesnya sebagai berikut: Para buruh masuk ke kuil jenazah terdekat dan menolak untuk keluar sampai kesusahan mereka terdengar.

Trik ini berhasil, dan para buruh mendapatkan semua hak mereka.

Firaun Mesir umumnya kelebihan berat badan

rob koopman/Wikimedia Commons
rob koopman/Wikimedia Commons

Kesenian Mesir sering menggambarkan firaun sebagai sosok yang langsing dan ideal, namun sebenarnya tidak demikan. Makanan Mesir terdiri dari bir, anggur, roti, dan anggur yang kaya akan gula.

Penelitian menunjukkan bahwa hal ini berpengaruh pada ukuran perut para keluarga kerajaan. Ketika mumi-mumi diteliti, ada indikasi bahwa para pemimpin Mesir kelebihan berat badan dan tidak sehat. Contoh yang ada seperti Ratu Hatshepsut yang hidup pada abad 15 SM.

Walaupun sarkofagusnya mengambarkan dia ramping dan atletis, sejarawan yakin dia sebenarnya gendut dan botak.

Piramida tidak dibangun oleh budak

Peter M. Wilson/Corbis
Peter M. Wilson/Corbis

 

Kehidupan para pembangun Piramida memang tidak mudah. Kerangka para pekerja menunjukkan tanda Arthritis dan penyakit lain.

Namun fakta unik peradaban Mesir Kuno menunjukkan bahwa kuburan-kuburan raksasa itu tidak dibangun oleh budak melainkan buruh yang diupah. Para pekerja konstruksi kuno ini adalah campuran dari seniman ahli dan pekerja kasar yang sangat bangga akan hasil kerja mereka.

Grafiti yang ditemukan dekat monumen menunjukkan mereka sering memberikan nama-nama lucu pada rekan kerja mereka seperti “Pemabuk dari Menkaure” atau “Sahabat-sahabat Khufu”. Ide bahwa para budak yang membangun piramida pertama kali berasal dari sejarawan Yunani, Herodotus pada abad 5 SM, namun kebanyakan sejarawan sudah menganggapnya sebagai mitos.

Walaupun bangsa Mesir kuno memang memiliki budak, mereka menggunakan budak untuk pekerjaan di ladang dan pembantu rumah tangga.

Misteri Kematian Raja Tut

Raja Tut / Gianni Dagli Orti/Corbis
Gianni Dagli Orti/Corbis

 

Hanya sedikit hal yang diketahui tentang kehidupan Tutankhamen atau Raja Tut, namun para sejarawan yakin mereka tahu bagaimana dia mati.

Penelitian pada tubuh raja muda ini menunjukkan dia dibalsem tanpa jantung atau dinding dada. Hal ini berbeda drastis dari pemakaman tradisional Mesir yang mungkin menunjukkan dia mengalami cedera mengerikan sebelum dia mati.

Berdasarkan beberapa ahli Mesir kuno, salah satu penyebab luka ini bisa berasal dari gigitan kuda Nil.

Fakta-fakta mengindikasikan bahwa bangsa Mesir kuno memburu binatang liar sebagai olahraga, dan bahkan patung yang ditemukan di makam Raja Tut menggambarkan dia sedang melempar tombak.

Jika Firaun muda ini memang suka melakukan perburuan berbahaya, maka kematiannya mungkin adalah hasil dari kecelakaan dalam kegiatan perburuannya.

Mesir Kuno memiliki Dokter spesialis

Blaine Harrington III/Corbis
Blaine Harrington III/Corbis

Seorang dokter kuno biasanya ahli dalam segala hal, namun fakta unik peradaban Mesir Kuno menunjukkan bahwa dokter Mesir kuno kadang-kadang berfokus untuk menyembuhkan hanya satu bagian dari tubuh manusia.

Spekulasi awal tentang spekulasi medis ini dicatat pada 450 SM oleh para penjelajah dan sejarawan Herodotus. Ketika mendiskusikan pengobatan Mesir, dia menulis, “Setiap dokter adalah penyembuh dari satu penyakit saja… ada yang mata, ada yang gigi, ada yang bagian perut.”

Orang Mesir memelihara banyak hewan

The Art Archive/Corbis
The Art Archive/Corbis

 

Orang Mesir menganggap hewan sebagai inkarnasi dewa-dewa dan mereka adalah salah satu peradaban pertama yang memelihara hewan. Orang Mesir umumnya suka dengan kucing, yang sering dihubungkan dengan Dewi Bastet, namun mereka juga suka elang, ibis, anjing, singa, dan babon.

Kebanyakan binatang ini punya tempat khusus di rumah orang Mesir, dan mereka sering dimumikan dan dikubur bersama pemilik mereka ketika dia mati.

Polisi Mesir kuno diketahui menggunakan anjing dan melatih monyet untuk membantu mereka patroli.

Laki-laki dan Perempuan memakai make up

The Art Archive/Corbis
The Art Archive/Corbis

 

Orang-orang mesir percaya make up memberikan perlindungan dari dewa Horus dan Ra. Kosmetik ini didapatkan dengan menggiling bebatuan seperti Malasit dan Galena menjadi Kohl. Kemudia kohl ini diberikan di sekitar mata dengan alat yang berasal dari kayu, tulang, atau gading.

Perempuan juga mewarnai pipi dengan cat merah dan menggunakan inai untuk mewarnai tangan dan kuku jari. Baik laki-laki maupun perempuan menggunakan parfum dari minyak, mur, dan kayu manis.

Orang Mesir percaya riasan mereka punya kekuatan penyembuhan dan mereka tidak sepenuhnya salah: penelitian menunjukkan kosmetik berbasis timbal yang dikenakan penduduk di sepanjang Sungai Nil sebenarnya membantu mencegah infeksi mata.

Demikian fakta unik peradaban Mesir Kuno yang berhasil CuitNews rangkum dari berbagai sumber terpercaya dan valid.

Jika Sobat menyukai postingan ini, silahkan Sobat meninggalkan komentar dan memberikan rating menurut pendapat Sobat.

Share this to