Kesehatan

Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke

Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke
Written by Bang Cuit

Akhir-akhir ini kita sering mendapat broadcast informasi via BBM tentang Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke, bunyi pesan broadcast tersebut kira-kira sebagai berikut:

“orang yang kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dsb), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat, untuk mengatasi hal ini janganlah gugup/panik. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu dll. Jangan dipindah2kan ke tempat lain, karena akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan janganlah sampai penderita terjatuh lagi.

Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke adalah dengan mengeluarkan darah korban dengan menggunakan jarum yang telah dibakar/disteril yang kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing2 sampai darahnya keluar 1-2 tetes. Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian. Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telinganya sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dengan jarum steril sampai darah keluar 1-2 tetes. Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter/rumah sakit. Biasanya orang yg terkena Stroke pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke rumah sakit/dokter. Orang tersebut dapat tidak sadar kembali/pingsan dan biasanya akan cacat/lumpuh.

Ingat ya, cara pertolongan pertama pada penderita Stroke adalah dengan cara MENGELUARKAN DARAH dari jari orang yang terkena STROKE, maka kita sudah bisa menolong orang tersebut dari penyakit STROKE yang menimpanya.”

Untuk mendapatkan informasi yang akurat demi kepentingan bersama, CuitNews melakukan penelusuran dan mencari berbagai referensi tentang benar atau tidaknya broadcast diatas.

Berikut ini hasil rangkuman informasi yang CuitNews dapatkan dari berbagai sumber:

Sumber 1: http://health.detik.com/read/2013/03/18/153044/2196945/763/hati-hati-tusuk-jari-dengan-jarum-bukan-untuk-mencegah-stroke

dr. Ahmad Yanuar, SpS menepis kebenarannya. “Sejauh ini tidak ada penelitian seperti itu, tidak diketahui efektif atau tidaknya tindakan tersebut,” kata dokter saraf dari Universitas Indonesia tersebut kepada detikHealth.

Hal ini juga diperkuat oleh dr. Fritz Sumantri, SpS. “Yang harus digarisbawahi adalah kedokteran berangkat dari penelitian dan uji coba. Adapun cara di luar itu belum ada penelitiannya. Setidaknya keamanannya belum terjamin. Sampai saat ini ilmu kedokteran tidak mengenal cara seperti itu, sehingga kita juga tidak tahu efektivitasnya,” tegasnya.

Satu-satunya tindakan yang harus segera dilakukan adalah dengan membawa ke rumahs sakit dan diberikan tindakan reperfusi pada jam-jam tercepat. “Sekitar 3-6 jam setelah kejadian, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis,” tambah dr Ahmad.

Sumber 1: http://health.detik.com/read/2013/03/18/160133/2197005/763/bukan-tusuk-jari-ini-yang-seharusnya-dilakukan-saat-stroke

Pasien harus segera mendapatkan pemeriksaan lengkap mengenai kondisinya. Sehingga, tusuk jarum pada jari atau pun tusuk dibagian bawah telinga bukanlah cara yang tepat sebab tidak akan menghilangkan penyumbatan atau perdarahan yang terjadi di otak pasien.

Baca  Analisa Hasrat Seksual Wanita dari Bentuk Bibir

Hal serupa pun ditegaskan oleh dr Fritz Sumantri, SpS. Ia berkata bahwa pasien harus langsung dibawake rumah sakit bukan ditusuk jarum atau hanya membawa ke klinik. “Tidak benar jika pasien tidak boleh dipindahkan ke mana-mana, justru harus segera dibawa ke rumah sakit. Bahaya dari cara tusuk jarum tersebut memang tidak ada, hanya saja jika pasien cepat dibawa ke rumah sakit kemungkinan sembuhnya juga akan cepat dan tidak terlambat penanganannya,” katanya.

Sumber 3: http://medicalera.com/3/4035/tusuk-ujung-jari-pasien-stroke

Di situ dikatakan bahwa hal ini akan meredakan tekanan darah dan menghilangkan gejala. saran ini tidak memiliki dasar ilmiah, bahkan berbahaya.

Memaksa korban stroke untuk duduk bukan sebuah ide yang baik karena akan mengakibatkan penurunan tekanan darah. Sebaiknya biarkan korban tetap berbaring.

Menusuk jari korban juga ide buruk, bukan hanya karena sia-sia, tetapi juga karena hanya akan membuang waktu. Semakin cepat menghubungi petugas medis semakin baik, pasien stroke harus secepatnya dirawat dengan tepat, setiap menit akan sangat berharga. Hanya perawatan medis gawat darurat yang dapat membantu korban stroke, dan hasil usaha para tenaga ahli hanya akan optimal apabila mereka menolong paling lambat 3 jam setelah serangan.

Semoga rangkuman informasi tentang Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke yang sering kita dapatkan via broadcast message ini bisa kita pahami bersama dan dapat kita ambil kesimpulan sendiri mana yang benar dan salah. Jangan salah dalam mengambil kesimpulan dan tindakan, karena ini sangat berbahaya bagi penderita stroke dan bahkan bisa jadi tidak tertolong.

Dengan berbagi, bearti kita sudah peduli 🙂

Cara pertolongan pertama pada penderita Stroke

kw:

    cara mengatasi stroke mendadak, pertolongan pertama pada stroke, jatuh di kamar mandi, pertolongan pertama stroke, mengatasi stroke mendadak, cara menangani stroke mendadak, pertolongan pertama pada penderita stroke, cara mengatasi serangan stroke mendadak, penanganan pertama stroke, pertolongan pertama pada serangan stroke

About the author

Bang Cuit

Penulis sehari-hari berprofesi sebagai businessman di dunia cyber dan blogger aktif yang suka corat-coret di beberapa blog miliknya, Baginya yang penting Happy dan bisa berbagi informasi.