Hit enter after type your search item

4 Jenis Penyakit Saraf Yang Harus Dipahami

/
/
/
25 Views

Banyak jurnal menyebutkan bahwa penyakit saraf masih menjadi salah satu penyebab disabilitas dan kematian yang paling banyak. Apalagi saat ini ada beberapa jenis penyakit saraf yang bisa diderita oleh pasien. Jenis penyakit saraf itu biasanya sesuai dengan penyebab hingga usia penderita.
Secara garis besar, penyakit saraf merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf tubuh. Itu terjadi dengan melibatkan bagian tubuh seperti otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) hingga bagian saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan seluruh organ tubuh. Sistem itu sering disebut dengan saraf perifer.

Beberapa jenis penyakit saraf yang sering diderita

Secara garis besar gangguan pada sistem saraf biasanya terjadi akibat faktor seperti cedera, infeksi, gangguan sistem imun, tumor, gangguan peredaran darah dan lainnya. Bila sistem saraf terganggu maka penderita mengalami kesulitan untuk bergerak, berbicara, berpikir, bahkan hilang ingatan jangka panjang. Ini yang membuat segera tahu tentang jenis penyakit saraf seperti:

1. Meningitis

Salah satu jenis penyakit saraf yang paling umum yaitu Meningitis. Penyakit ini merupakan radang selaput otak. Hal yang paling mengerikan adalah jenis penyakit saraf yang kerap terjadi pada bayi, anak-anak, dan remaja beranjak dewasa. Peradangan pada selaput otak ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Biasanya penderita meningitis mengalami beberapa gejala, seperti sakit kepala yang hebat, demam tinggi, dan leher kaku. Penderita harus mendapatkan penanganan serius. Bila tidak maka bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada otak dan memicu komplikasi, seperti kejang, gagal ginjal hingga kematian.

2. Stroke

Ini juga termasuk jenis penyakit saraf yang sering terjadi di dunia, bahkan Indonesia. Jumlah kematian dari penyakit ini juga sangat besar. Pada umumnya, penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Bila terjadi kerusakan pada seluruh sel otak maka penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada bagian wajah hingga kesulitan untuk berbicara. Stroke bisa menyebabkan lumpuh sebagian hingga total.

Baca  5 Penyebab Gigi Sensitif dan Cara Mengatasi Paling Baik

3. Multiple Sclerosis

Jenis penyakit saraf seperti multiple sclerosis dianggap sebagai penyakit yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Pada umumnya, jenis penyakit ini menyerang orang berusia 20–40 tahun. Jenis penyakit saraf multiple sclerosis memberikan dampak buruk pada fungsi penglihatan, gerakan lengan atau kaki, dan keseimbangan tubuh penderitanya. Biasanya gejala paling awal kelelahan, kesemutan, mati rasa, penglihatan kabur, dan otot kaku. Salah satu penyebab dari penyakit ini adalah autoimun.

4. Epilepsi

Penyakit saraf Epilepsi cuitnews

Jenis lain dari penyakit saraf yang bisa ditemui adalah Epilepsi. Penyakit ini juga sering disebut dengan ayan. Salah satu penyebab dari penyakit ini adalah aktivitas listrik otak yang tidak normal. Salah satu dampak yang dirasakan penderita dari jenis penyakit ini adalah mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari jenis penyakit. Namun, epilepsi terjadi akibat adanya cedera kepala, kekurangan kadar oksigen darah, demam tinggi, dan pengaruh minuman beralkohol.

5. Bell’s Palsy

Saat ini mulai populer jenis penyakit saraf Bell’s palsy. Ini merupakan penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah. Bell’s palsy terjadi akibat peradangan pada saraf yang mengendalikan otot wajah. Biasanya kondisi seperti ini hanya terjadi selama beberapa minggu saja. Selain itu, penyebab utama dari penyakit saraf seperti ini akibat kelelahan hingga stres yang sangat berlebihan.

Bell’s Palsy disebut juga idiopathic facial paralysis gejalanya ditandai dengan kelemahan otot yang menyebabkan separuh wajah terkulai atau tidak bisa di kontrol.

Share this on Social Media
 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar